“Nasabah kami di sini profesinya mayoritas adalah petani, nelayan, dan pedagang. Untuk produk yang banyak dibutuhkan biasanya pinjaman KUR dan Kupedes yang digunakan untuk mengembangkan usaha. Selain itu, produk tabungan juga diminati. Kita mengedukasi masyarakat juga untuk mulai menabung,” jelas Hany.
Hany mengaku bahwa ia merasa sangat bangga dengan profesinya sebagai Mantri BRI yang membantu akses keuangan masyarakat.
“Saya merasa bangga sekali bisa dipercaya sebagai Mantri BRI. Apalagi kalau melihat nasabah yang bisa mengembangkan usahanya, atau bisa menyekolahkan anaknya dengan pinjaman BRI ini. Adanya penyaluran pinjaman ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga. Jadi saya sangat bangga bisa menjadi jembatan akses keuangan mereka yang membantu menggerakkan roda ekonomi juga,” tutup Hany.
Di kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menilai dedikasi yang ditunjukkan para mantri di lapangan merupakan bukti nyata kontribusi perempuan dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Dengan pemahaman yang kuat terhadap karakter usaha, potensi wilayah, serta kebutuhan finansial nasabah, Mantri tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga bertindak sebagai financial advisor yang mengawal pertumbuhan usaha melalui pendampingan menyeluruh sejak tahap awal hingga berkembang.
