
Menutup sambutannya, Dicky menegaskan bahwa penguatan ekosistem pesantren membutuhkan kolaborasi bersama antara pemerintah, regulator, industri jasa keuangan, pesantren, dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, mengatakan bahwa program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang berguna bagi masyarakat sekarang dan di masa mendatang.
“Program ini menyasar kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta peserta didik, termasuk para santri. Pemerintah ingin memastikan bahwa bahkan sejak dalam kandungan, generasi penerus bangsa sudah mendapatkan asupan gizi yang baik,” kata Sony.
Menurutnya, program ini juga melibatkan jutaan relawan, khususnya dari kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf yang hadir pada kegiatan tersebut, sangat mendukung program MBG yang merupakan program yang sangat fundamental untuk meningkatkan kualitas sumber daya santri di masa depan.
