Para santri diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan keuangan melalui pengelolaan keuangan yang baik dengan pemanfaatan produk/layanan keuangan syariah, namun juga menyadari pentingnya gizi dalam menunjang kesehatan jiwa dan raga sebagai bagian dari perencanaan untuk mencapai kesejahteraan di masa depan.

OJK juga mendorong perluasan akses keuangan syariah dalam ekosistem pesantren melalui kegiatan FEBIS, yang diikuti oleh sekitar 150 peserta, terdiri atas pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama, supplier sebagai bagian dari rantai pasok ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pelaku usaha di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini menghadirkan sesi pemaparan dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah serta sesi business matching dalam bentuk diskusi antara pelaku usaha dan PUJK Syariah, untuk membantu memperdalam pemahaman masyarakat selaku pelaku usaha dalam memilih alternatif produk keuangan syariah sesuai kebutuhan dan kemampuannya.
