Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bahwa dirinya menyaksikan secara langsung bagaimana daerah-daerah melakukan simulasi dan berdialog dengan para peserta simulasi melalui sambungan virtual.
“Dilaksanakan simulasi di masing-masing titik, ditayangkan (saat acara puncak HKB) di Kota Banda Aceh, Sumatra Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatra Barat,” kata Suharyanto sesaat setelah kegiatan puncak acara HKB 2026 di Pendopo Walikota Banda Aceh, Minggu.
“Mudah-mudahan kita masyarakat Indonesia paham tinggal di daerah yang kaya akan sumber daya manusia dan alam, namun di sisi lain kita sangat rentan bencana. Sehinggga peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan terkait pentingnya memahami bencana akan datang setiap saat harus dipelihara dan ditingkatkan,” tambahnya.
Hari Kesiapsiagaan Bencana ini dijadikan momentum untuk kembali mengingat betapa pentingnya pemahaman dan kesiapsiagaan di manapun kita berada.
“Dengan pelaksanaan HKB di Banda Aceh, sebagai pengingat kita semua khususnya masyarakat Provinsi Aceh terkait kesadaran dan pentingnya selalu siap siaga setiap saat,” ujar Suharyanto.
