Selain sebagai lokasi didirikannya sirine, kantor Kecamatan Baiturrahman juga ditetapkan sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES) bagi masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat yang mendengar sirine tidak perlu bingung untuk evakuasi ke lokasi mana, dapat langsung evakuasi menuju kantor kecamatan Baiturrahman.
Sementara, di tempat simulasi mandiri yang dilakukan di kawasan CFD, dilakukan sebagai contoh evakuasi di wilayah tempat publik. Saat masyarakat melakukan aktivitas di ruang publik, mendengar informasi dan sirine akan terjadi banjir, lalu masyarakat menuju titik kumpul sebuah bangunan gedung bertingkat yang aman dari banjir.
Sekretariat HKB 2026 mencatat, sedikitnya 291.000 peserta yang tersebar di 34 provinsi, mengikuti rangkaian kegiatan HKB yang dimulai dengan penanaman pohon dan juga simulasi evakuasi mandiri dengan menyesuaikan kerawanan bencana yang ada di wilayahnya masing-masing.
Rincian kategori peserta meliputi, instansi atau lembaga, sarana pendidikan, keluarga atau individu, lembaga usaha, gedung perkantoran, tempat ibadah dan perwakilan dari objek vital.
