IPOL.ID-Kabar baik disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di tengah perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika-Israel. Hal itu berkaitan dengan kepastian harga BBM bersubsidi yang tidak naik hingga akhir tahun.
Airlangga menegaskan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
“Pemerintah dan Pertamina memutuskan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Yang dimaksud adalah Pertalite dan Solar,” ujar Airlangga, Senin (6/4/2026).
Dikatakan politisi Golkar itu, harga BBM tidak akan mengalami kenaikan selama tidak melampaui 97 dolar AS per barel secara rata-rata hingga akhir tahun. “Mudah-mudahan kedepan akan ada hal positif dengan kondisi Timur Tengah,” ucapnya.
Meski begitu, Airlangga mengakui, pemerintah menghadapi tekanan dari kenaikan harga avtur global. Saat ini, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta per 1 April sudah mencapai sekitar Rp23.551 per liter.
Kondisi ini berdampak langsung pada biaya operasional maskapai. Avtur menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya penerbangan.
