Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Indonesia Kembangkan Pelapis Kapal Ramah Lingkungan demi Lindungi Laut
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Tekno/Science > Indonesia Kembangkan Pelapis Kapal Ramah Lingkungan demi Lindungi Laut
Tekno/Science

Indonesia Kembangkan Pelapis Kapal Ramah Lingkungan demi Lindungi Laut

Iqbal
Iqbal Published 11 Apr 2026, 16:25
Share
4 Min Read
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kerahkan kapal perbantuan KMP Prima Nusantara milik PT Jembatan Nusantara (JN) ke lintasan Ketapang–Gilimanuk. (dok. ASDP).
Indonesia kembangkan pelapis kapal untuk melindungi laut. (dok. ASDP).
SHARE

IPOL.ID – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji pengembangan natural sustainable coatings atau pelapis ramah lingkungan untuk sektor maritim. Upaya ini dilakukan sebagai respons atas dampak serius pelapis konvensional terhadap ekosistem laut.

Periset Kelompok Riset Teknologi Bangunan Kelautan dan Lepas Pantai, Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Sahlan, menyoroti bahwa pelapis kapal selama ini efektif melindungi dari korosi dan organisme laut yang menempel (biofouling). Namun, pelapis tersebut mengandung bahan kimia beracun seperti tributyltin (TBT) dan biocide berbasis logam berat yang berkontribusi terhadap pencemaran laut. Beberapa zat bahkan telah dilarang secara global karena terbukti merusak sistem biologis organisme laut.

“Arah pengembangan teknologi pelapis kini mulai beralih ke bahan berbasis alami yang lebih aman dan berkelanjutan. Untuk itu, BRIN perlu mengembangkan material berbasis alam yang tidak hanya efektif melindungi permukaan, tetapi juga memiliki tingkat toksisitas yang jauh lebih rendah dan mudah terurai di lingkungan,” ujar Sahlan di Jakarta, mengutip Sabtu 11 April 2026.

Dalam kajian tersebut, tim mengidentifikasi berbagai material potensial seperti chitosan dan alginat, minyak nabati, serta biopolimer laut dan bahan bioinspirasi. Material-material ini dinilai mampu memberikan fungsi antifouling dan antikorosi. Kemampuan tersebut bekerja melalui beberapa mekanisme utama, yang meliputi penghambatan adhesi awal mikroorganisme (anti-adhesive surfaces), pembentukan lapisan pelindung terhadap ion korosif, serta modifikasi energi permukaan untuk mengurangi interaksi dengan organisme fouling.

Baca Juga

darurat nuklir
Indonesia Gelar Simulasi Kedaruratan Nuklir
Sah, Lebaran Haji Kompakan di Indonesia: Kemenag Sebut Idul Adha 1447 H Tanggal 27 Mei 2026
Konflik di Timur Tengah, Prabowo: Banyak Negara Minta Pupuk dan Beras dari Indonesia

Sejalan dengan mekanisme pasif tersebut, beberapa sistem juga menunjukkan pendekatan aktif, seperti pelepasan senyawa alami antibakteri atau penggunaan struktur biomimetik yang meniru permukaan organisme laut. Pendekatan ini bekerja dengan cara yang lebih cerdas, yakni menghambat organisme menempel atau membuat permukaan lebih mudah dibersihkan, bukan dengan meracuni lingkungan.

Meski menjanjikan, pengembangan coating alami masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait daya tahan terhadap kondisi ekstrem di laut seperti air asin, gelombang, paparan sinar ultraviolet, serta gesekan mekanis. Selain itu, aspek produksi skala besar, efisiensi biaya, serta pemenuhan standar regulasi internasional juga menjadi faktor penting yang perlu diatasi sebelum teknologi ini dapat diterapkan secara luas.

“Secara konsep sudah sangat menjanjikan, tetapi performanya masih perlu terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan coating konvensional di lapangan,” Sahlan menambahkan.

Di masa depan, riset coating ramah lingkungan diproyeksikan berkembang dengan mengintegrasikan teknologi seperti nanoteknologi untuk memperkuat material, smart coatings yang mampu beradaptasi dengan lingkungan, serta pendekatan bioinspiratif yang meniru strategi alami organisme laut.

Pengembangan ini juga akan diarahkan pada uji skala lapangan (field-scale validation), standardisasi metode uji, serta integrasi dengan analisis keberlanjutan seperti life cycle assessment (LCA), guna memastikan bahwa coating alami benar-benar memberikan manfaat lingkungan secara menyeluruh.

Kolaborasi antara akademisi, industri, dan regulator juga menjadi kunci untuk mempercepat transisi dari tahap penelitian menuju implementasi industri. Dengan pendekatan ini, coating alami berpotensi menjadi solusi utama dalam mendukung industri maritim yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Melalui inovasi ini, BRIN berharap dapat mendorong transformasi industri maritim menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem laut sebagai sumber kehidupan di masa depan. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Indonesia, Lindungi Laut, Pelapis Kapal, Ramah Lingkungan
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Wamenkeu Begini Peran Strategis APBN untuk Capai Tujuan Pembangunan Nasional
Next Article Suasana sejumlah warga terdampak gempa mengungsi di tenda pengungsian didirikan BPBD Kabupaten Flores Timur, Jumat (10/4/2026) malam. Foto: BPBD Kabupaten Flores Timur BNPB Catat Situasi Penanganan Bencana di Sejumlah Wilayah Ini

TERPOPULER

TERPOPULER
IT
Ekonomi

Artha Graha Peduli bersama Bank Artha Graha Salurkan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal

Nasional
Masjid Istiqlal Tak Lagi Bagi Daging Kurban Langsung, Menag Minta Maaf ke Masyarakat
27 May 2026, 16:26
Kriminal
Spesialis Pencuri Kabel Tembaga Kuningan di Menara Jamsostek Ditangkap
27 May 2026, 14:00
Hukum
KPK Duga Eks Pejabat Kemenhub Terima Gratifikasi Terkait Kasus Korupsi Jalur Kereta
27 May 2026, 14:30
Jakarta Raya
Semangat Berbagi Idul Adha, Jurnalis Jakarta Utara Potong 13 Kambing dan 1 Sapi
27 May 2026, 23:33
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?