Selain itu, FLO juga menerapkan pendekatan inklusif dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi ormas untuk bergabung. Hingga saat ini, sekitar 150 ormas telah terdaftar dalam forum tersebut.
Menurut Juaini, pendekatan tersebut penting untuk meminimalkan potensi konflik sekaligus memperkuat koordinasi antarorganisasi.
“Jadi, ketika ada mereka seandainya yang kurang bagus di ormasnya, kami kasih tahu pimpinannya bahwa ini enggak sesuai dengan misi-misi yang kita tekankan di FLO DKI,” ujarnya.
Dalam kegiatan halalbihalal itu, ratusan perwakilan ormas dari berbagai wilayah di Jakarta menghadiri acara tahunan yang menjadi ruang silaturahmi dan penguatan koordinasi antarormas tersebut.
“Pada hari ini yang hadir, alhamdulillah sekitar 300-400 anggota ormas. Itu mewakili dari sekitar 50 ormas yang ada di FLO,” katanya.(sofian)
