Siti salah satu warga menyatakan sudah lama tidak menggunakan JPO tersebut karena khawatir jeblos dan jatuh ke bawah.
“Ya kalau hilang bagian atapnya saya kurang tahu karena saya enggak sadar. Tahu-tahu sudah terbuka saja,” ujar Siti kecewa, Jumat (3/4/2026).
Menurut dia, Pemerintah Kota Jakarta Timur harus bisa lebih peduli lagi dengan aset dan fasilitas umum untuk warga.
Dia tidak menampik, jika dibiarkan lebih lama lagi maka besi-besi yang ada di JPO bisa digondol maling.
“Sudah lama banget, dua tahun atau tiga tahun lah kondisinya rusak. Bukan baru sekarang,” kata Siti.
Pun dia menambahkan, setiap malam JPO tersebut kuat diduga kerap digunakan untuk mabuk-mabukan oleh orang tak dikenal.
Tak hanya itu, terkadang JPO dijadikan tempat tidur bagi anak-anak jalanan, pengamen maupun penyandang kesejahteraan sosial lainnya.
“Kalau lewat malam kan rawan ditodong sama orang mabuk, namanya lagi apes siapa sih yang tahu,” tukasnya.
Sementara, salah satu penumpang bus, Kevin mengaku pernah sekali melintas di JPO tersebut saat ingin mudik Lebaran 2026 kemarin.
