Dalam kondisi ruangan yang sesak, polisi menemukan adanya dugaan penelantaran ekstrem. Anak-anak tersebut diikat kaki dan tangannya, bahkan tetap dibiarkan meski dalam kondisi sakit.
“Jadi dibiarkan begitu saja, ada yang diikat kakinya, tangannya. Bahkan ada yang muntah itu dibiarkan,” sebutnya.
Data dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) menunjukkan total anak yang dititipkan di lokasi tersebut mencapai 103 anak. Dari jumlah itu, sekitar 53 anak diduga kuat telah menjadi korban kekerasan fisik.
Polisi memperkirakan praktik ini sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun. (far)
