“Hari ini kami mendapatkan kerja sama yang benar-benar memberikan solusi menyeluruh kepada atlet kita di perguruan tinggi,” ujar Erick kepada wartawan usai penandatanganan kesepakatan.
Salah satu poin penting dalam kerja sama ini adalah optimalisasi pemanfaatan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Erick menjelaskan bahwa skema beasiswa LPDP kini telah mengalami pembaruan, tidak hanya memberikan kesempatan studi di luar negeri, tetapi juga membuka peluang pendidikan di dalam negeri bagi atlet berprestasi.
Selain beasiswa, sinergi ini juga mencakup pemanfaatan fasilitas olahraga di perguruan tinggi yang dapat diintegrasikan dengan program pembinaan atlet. Dukungan terhadap pengembangan sport science menjadi fokus utama, termasuk peningkatan riset dan inovasi di bidang keolahragaan yang melibatkan akademisi dan peneliti kampus.
Kedua kementerian juga akan memperkuat penyelenggaraan kompetisi olahraga mahasiswa, seperti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas). Dalam hal ini, Kemendiktisaintek tetap memegang peran utama sebagai penyelenggara, sementara Kemenpora akan memastikan standar kompetisi tetap terjaga sesuai dengan regulasi nasional.
