Selain itu, Brian juga menyoroti potensi pengelolaan sarana olahraga oleh perguruan tinggi, termasuk fasilitas bekas Pekan Olahraga Nasional (PON). Menurutnya, kampus memiliki kapasitas untuk mengelola fasilitas tersebut secara berkelanjutan agar tetap produktif dan terawat.
“Itu sangat mungkin untuk kita kelola melalui perguruan tinggi sehingga utilitasnya dapat terjaga, termasuk pemeliharaannya,” ujarnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, pemerintah berharap ekosistem olahraga di perguruan tinggi semakin kuat dan terintegrasi. Sinergi antara pendidikan, riset, dan pembinaan atlet diyakini mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional. (AGF). (bam)
