Kronologis kejadian menurut keterangan pelaku, awal mulanya memang antara pelaku dengan korban sedang ada di rumah. Sang ayah melontarkan teguran kepada anaknya yang sedang duduk di depan pintu karena mengalami jalan.
Namun teguran itu tak dihiraukan oleh sang anak. Akhirnya, terjadi percekcokan antara pelaku dan korban tersebut. Dari percekcokan itulah, ayah kandungnya melayangkan kapak ke kepala anaknya.
“Terjadilah percekcokan antara pelaku dengan korban, sehingga saat itu korban menuju ke dapur, selanjutnya karena emosional si pelaku tersebut mengambil berupa palu kapak yang kemudian dihantamkan ke bagian kelapa korban,” jelasnya.
Selain kapak yang melayang ke kepala korban, besi behel dan juga satu batang bambu ikut serta dihantamkan kepada korban. “Selanjutnya dilakukan pemukulan juga menggunakan sapu, besi behel, dan juga satu batang bambu. Akibatnya korban dilarikan ke klinik untuk mendapatkan perawatan medis,” katanya lagi.
IPDA Robert memastikan, bahwa korban benar-benar kritis. Dan hingga saat ini, korban masih mendapatkan perawatan medis di salah satu klinik di Pandeglang.
