Pemkot juga menyiapkan destinasi wisata religi, termasuk pengembangan desa wisata dan kawasan budaya seperti Pasar Johar dan Kota Lama.
Selain itu, penataan kawasan utama seperti Simpang Lima terus dikebut, termasuk pembenahan drainase, pengendalian banjir, serta penyiapan titik parkir dan rekayasa lalu lintas. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan peserta dan tamu yang diperkirakan mencapai 8.000 kafilah dari seluruh Indonesia.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci utama. Pemkot menggandeng berbagai organisasi keagamaan, ormas pemuda, hingga pelaku UMKM untuk mengisi rangkaian kegiatan di sepanjang area utama penyelenggaraan. Konsep ini diharapkan menghadirkan suasana yang hidup sekaligus mencerminkan nilai religius dan toleransi di Jawa Tengah.
Di sisi lain, Kota Semarang juga menyiapkan agenda unggulan berupa pemecahan rekor MURI saat pembukaan MTQ Nasional 2026. “Kami mengusulkan pencatatan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk menyanyikan Mars MTQ dengan peserta terbanyak saat pembukaan. (Kegiatan ini) akan melibatkan siswa, santri, dan ibu-ibu pengajian,” kata Agustina.
Bahkan, konsep pelaksanaan juga dirancang secara hybrid untuk memperluas partisipasi secara nasional.
