“Jadi tidak bisa disamakan dengan lapangan Padel lainnya yang sudah dibangun saat ini. Harus diingat, keberadaan lapangan Padel di Jakarta saat ini ada 450 lebih. Jangan yang bermasalah 2, tapi semua dimasalahkan. Karena biaya pembangunan lapangan Padel itu milyaran rupiah, jangan main bongkar saja. Apalagi yang sudah disetujui oleh RW dan RT setempat,” katanya.
Lebih lanjut, Ongen mengingatkan jika saat ini kondisi Jakarta sudah sangat padat pemukiman penduduk. Dengan begitu, sambungnya lagi pembangunan lapangan Padel tidak mungkin jauh dari rumah penduduk.
“Di Jakarta, mana ada lahan membangun lapangan Padel jaraknya dari perumahan 160 meter dari zona perumahan atau berada pada jalan luas zona 15 meter. Artinya, kalau mengikuti himbauan diatas, sangat jelas. Tidak ada yang memenuhi aturan.
Ini harusnya menjadi koreksi yang lebih bijak,” bebernya.
Lebih jauh, Ongen mengingatkan faedah dari pembangunan lapangan Padel, seperti menciptakan lapangan pekerjaan dan kegiatan positif bagi masyarakat sekitar.
