“Pembahasan tetep akan jalan cuma mungkin istilahnya bukan war-tiket apa-apalah istilahnya ya,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan istilah ‘war tiket’ bukan berarti jemaah berlomba adu cepat mengakses sistem. Fokus utamanya adalah kesiapan istitha’ah (kemampuan) jemaah di tahun berjalan.
Mekanisme ini nantinya ditujukan untuk mengisi kuota tambahan yang diberikan Arab Saudi, apabila tersedia. Dahnil menyebut ada potensi Indonesia mendapatkan tambahan kuota yang melimpah di tahun-tahun yang akan datang.
Dengan demikian, sistem baru tersebut tidak akan mengganggu antrean reguler yang sudah ada. (far)
