Total besaran dana disalurkan tersebut, sebanyak Rp16,7 miliar akan diberikan kepada 1.098 KK dengan kondisi rumah rusak ringan, dan sebesar Rp14,7 miliar untuk 493 KK rusak sedang.
Suharyanto juga menegaskan bahwa penyaluran ini akan terus berlanjut dan tidak berhenti pada tahap pertama saja. Agar penyaluran dana stimulan tahap berikutnya dapat segera direalisasikan, Suharyanto meminta pemerintah daerah untuk segera mempercepat pengiriman data warga terdampak belum terakomodasi.
Dipastikan bahwa BNPB akan terus melakukan pendampingan melekat di setiap kabupaten dan kota agar proses administrasi tidak menghambat penyaluran bantuan.
“Apakah ini pertama dan terakhir? Tentu saja tidak. Masih banyak warga masyarakat Tapanuli Tengah yang rumahnya rusak ringan dan sedang namun belum mendapatkan bantuan hari ini,” ujar Suharyanto.
“Tapi jangan khawatir, bukan berarti mereka dilupakan, melainkan hanya menunggu giliran saja. Hal ini dikarenakan data yang diberikan dari pemerintah daerah belum seluruhnya masuk ke BNPB,” tambahnya.
