Di samping penyaluran dana stimulan perbaikan rumah, Pemerintah saat ini juga tengah mempercepat proses pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal karena rusak berat atau hanyut, termasuk yang tinggal di kawasan zona rawan bencana.
Penyediaan hunian secara permanen ini menjadi langkah nyata dilakukan pemerintah dalam rangka memberikan kembali tempat tinggal untuk kehidupan lebih baik pascabencana.
Di Provinsi Aceh, pembangunan huntap ditargetkan mencapai 18.354 unit. Di Sumatra Utara sebanyak 6.432 unit, dan di Sumatra Barat sebanyak 4.186 unit saat ini tengah dalam proses pembangunan, sesuai permohonan dari tiap-tiap pemerintah kabupaten/kota terdampak.
Berdasar aspek kebutuhan, hunian tetap ini setara dengan rumah tipe 36, memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur menyatu dengan tempat cuci piring di bagian belakang, dan taman kecil di depan rumah.
Di samping itu, lokasi pembangunan huntap ini dipastikan aman dari potensi bencana banjir dan tanah longsor serta memiliki ketahanan terhadap gempabumi karena dibangun dengan material kokoh berkualitas seperti bata merah, pondasi batu kali sebagai penyangga bangunan yang kuat ditambah tulangan besi sebagai pengikat antar dinding.
