Melalui penyerahan dukungan ini, Pratikno berharap agar bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pratikno juga menekankan bahwa bantuan ini bersifat stimulan untuk mendorong pembiayaan agar perbaikan rumah dapat dipercepat.
Tujuannya agar hunian masyarakat terdampak segera kembali normal, kehidupan keluarga kembali stabil, dan tentu saja demi pemulihan sosial ekonomi masyarakat.
“Melalui langkah ini, kita berharap Bapak dan Ibu korban bencana dapat kembali hidup normal seperti sedia kala. Atas arahan Bapak Presiden, kita tidak hanya ingin mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga berupaya membangun kehidupan yang jauh lebih baik,” kata Pratikno.
Kemudian dari Tapanuli Tengah, penyaluran dana stimulan diserahkan oleh Kepala BNPB ini merupakan fase tahap pertama. Jumlah disalurkan mencapai Rp31,2 miliar. Seperti di Aceh Tamiang, dana stimulan ini juga diberikan kepada mereka terdampak bencana dengan kerugian materiel berupa rumah rusak ringan dan sedang.
“Tapanuli Tengah, ini baru tahap pertama. Tadi telah kita salurkan bantuan senilai Rp31,2 miliar. Dana diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang,” terang Suharyanto.
