Sementara, transaksi jual beli di pasar akan didorong menggunakan sistem cashless melalui QRIS yang terintegrasi dengan berbagai perbankan.
Selama masa pembangunan, Perumda Pasar Jaya memastikan bahwa para pedagang tetap dapat menjalankan aktivitasnya melalui penyediaan tempat penampungan sementara.
“Kami pastikan para pedagang tetap bisa berjualan selama proses pembangunan berlangsung, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan baik tanpa gangguan signifikan,” ujar Agus Himawan.
Sebagai informasi, pembangunan kedua pasar itu telah mengantongi seluruh perizinan yang diperlukan dan ditargetkan selesai pada akhir Januari 2027 untuk Pasar Kramat Jaya dan akhir Maret 2027 untuk Pasar Gardu Asem.
Melalui pembangunan ini, diharapkan Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya dapat menjadi pasar modern bersih, nyaman, dan berdaya saing, sekaligus tetap menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat.
Upaya tersebut juga mendukung visi Jakarta sebagai kota global berbudaya. Perumda Pasar Jaya turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, mulai dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mitra pelaksana, hingga para pedagang dan masyarakat. (Joesvicar Iqbal)
