Sikap serupa juga tercermin dalam sejarah Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia tegak berdiri berkat sifat ‘keras kepala’ para pendiri bangsa yang memilih mati daripada kembali dijajah.
“Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. Lebih baik mati daripada dijajah kembali, keras kepala. Tidak mau kita dijajah kembali, keras kepala. Pemimpin- pemimpin kita keras kepala. Merah putih harga mati, enggak ada itu urusan,” katanya. (far)

