Nurma menjelaskan, awal kejadian saat mandor proyek memerintahkan sejumlah pekerja bangunan untuk menguras gelontenk atau tempat penampungan air yang berada di basement.
Gelontenk tersebut berukuran panjang enam meter dan memiliki kedalaman tiga meter yang disekat menjadi dua bagian.
“Menurut keterangan saksi-saksi selaku pekerja di proyek, mandor memerintah pekerja bangunan untuk menguras tempat glonteng yang berada di basement,” ungkap Nurma.
Namun, para korban tiba-tiba terjatuh hingga terperosok ke dalam gelontenk. Beberapa rekan kerja korban sempat berusaha melakukan pertolongan dengan turun ke bawah gelontenk.
“Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas di sekitar Glonteng,” ujar Kapolsek.
Keempat korban sempat dibawa ke RS Pasar Rebo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, nyawa keempatnya tidak tertolong.
“Setiba di RS, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter UGD RS Pasar Rebo,” tukas Nurma.
Saat ini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Jagakarsa masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.
