Salah satu anggota tim penelitian tersebut, Yosef Prihanto, menjelaskan arus ini memiliki variabilitas signifikan dalam skala intramusiman.
“Dalam skala intramusiman, SJCC menunjukkan periodisitas dominan sekitar 76 hari. Secara umum, arus permukaan ke arah timur di perairan selatan Jawa terbentuk sepanjang tahun, meskipun intensitasnya bervariasi setiap bulan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, dinamika arus tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh angin monsun, tetapi juga interaksi laut-atmosfer skala besar serta propagasi gelombang Kelvin ekuatorial.
Lebih lanjut, hasil analisis data selama 30 tahun menunjukkan bahwa interaksi antara fenomena IOD (Indian Ocean Dipole) positif dan El Niño berperan dalam memperkuat proses upwelling di selatan Jawa hingga barat Sumatra.
“Jika sebelumnya upwelling lebih banyak dikaitkan dengan El Niño, maka melalui riset ini terbukti bahwa keberadaan IOD positif akan semakin memperkuat proses tersebut. Ini merupakan hasil analisis berbasis data jangka panjang,” jelas Yosef.
