Penguatan upwelling ini berdampak pada meningkatnya suplai nutrien ke permukaan laut, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan fitoplankton sebagai dasar rantai makanan laut. Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas perairan dan potensi sumber daya ikan, khususnya pada periode musim kemarau.
Temuan ini sekaligus melengkapi hasil riset BRIN sebelumnya yang menyebutkan bahwa fenomena upwelling dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil tangkapan nelayan, meskipun tetap perlu diwaspadai potensi risiko dinamika laut.
Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengaruh IOD terhadap variabilitas arus permukaan di selatan Jawa cenderung lebih kuat dibandingkan El Niño-Southern Oscillation (ENSO). Oleh karena itu, pemahaman terhadap interaksi kedua fenomena ini menjadi penting dalam meningkatkan akurasi prediksi kondisi oseanografi dan iklim di wilayah tersebut.
Hasil riset ini, telah diterima di jurnal internasional terindeks bereputasi tinggi ’Oceanologia’ dan siap dipublikasikan pada 2026 ini.
