Saat ini, tim peneliti tengah mengembangkan cara untuk mengurangi kecenderungan tersebut. Salah satu pendekatan sederhana adalah mengubah cara pengguna menyusun pertanyaan, misalnya dengan memulai prompt dengan kalimat seperti tunggu sebentar.
Meski demikian, Cheng menegaskan bahwa teknologi saat ini belum layak menggantikan peran manusia dalam hal emosi.
“Saran terbaik saat ini adalah, jangan gunakan AI sebagai pengganti manusia untuk hal-hal seperti ini,” katanya. (far)

