Menanggapi ancaman AS, Garda Revolusi Iran (IRGC) balik memperingatkan bahwa kapal-kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata, dan akan ditindak dengan keras dan tegas.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf yang memimpin delegasi perundingan AS-Iran di Pakistan, mengatakan ancaman baru Trump tidak akan berpengaruh atas Iran.
“Jika Anda melawan, kami akan melawan, dan jika Anda mengajukan argumen logis, kami akan menanggapinya dengan logika,” kata Ghalibaf.
Perundingan damai AS-Iran di Pakistan yang digelar untuk pertama kalinya pada Sabtu (11/4) kemarin berakhir tanpa kesepakatan.
“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi AS,” kata Wakil Presiden JD Vance yang memimpin delegasi AS.
Sementara Ghalibaf menyalahkan AS karena tidak memenangkan kepercayaan Teheran, meski Iran telah memberikan “inisiatif yang berwawasan ke depan”.
Menurut Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, menegaskan Teheran menginginkan kesepakatan yang seimbang dan adil.
