Persaingan ketat membuat penentuan posisi harus dihitung lewat selisih kemenangan, setelah tiga tim sama-sama mengoleksi jumlah poin yang identik.
Di laga krusial kontra Prancis, Indonesia justru gagal mencuri momentum sejak awal. Empat partai pertama beruntun tak mampu diamankan.
Jonatan Christie membuka pertandingan dengan kekalahan dua gim langsung dari Christo Popov. Hasil serupa dialami Alwi Farhan yang takluk dari Alex Lanier.
Harapan sempat muncul saat Anthony Sinisuka Ginting memberikan perlawanan sengit, namun akhirnya harus menyerah dalam tiga gim dari Toma Junior Popov.
Situasi makin sulit setelah ganda pertama Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani gagal menyumbang poin usai dikalahkan pasangan Eloi Adam/Leo Rossi.
Satu-satunya kemenangan Indonesia baru didapat di partai terakhir lewat pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menundukkan Christo Popov/Toma Junior Popov. Namun, kemenangan itu sudah tidak berarti apa-apa bagi nasib Indonesia di Horsens. (far)
