“Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” ucapnya.
Arifah menuturkan tidak ada niat sedikit pun darinya untuk mengesampingkan keselamatan para penumpang lainnya.
“Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini yang menjadi fokus utama adalah keselamatan penanganan korban serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak,” katanya.
“Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu baik perempuan maupun laki-laki,” imbuhnya.
Prioritas saat ini, kata dia, yakni penanganan korban kecelakaan. “Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka,” kata dia..
“Sesuai arahan Bapak Presiden seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat adil dan menyeluruh. Kementerian PPPA hadir untuk memastikan hak korban dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dalam tragedi ini tidak terabaikan,” sambungnya.
