“Karena viral jangan sampai ini menjadi pembelajaran yang jelek bahwa minum oli itu boleh. Apalagi, kalau misalnya dianggap bisa meningkatkan stamina dan kalau itu ditonton, kemudian diikuti oleh orang, ini berbahaya,” terangnya.
Dalam ajaran Islam, lanjut dia, segala sesuatu yang lebih banyak membawa mudarat daripada manfaat sebaiknya dihindari, termasuk membuat dan menyebarkan konten negatif.
“Jadi berbahaya bagi yang memberikan contoh. Berbahaya juga yang memviralkan. Saya selaku pengurus MUI Sulsel menyampaikan bahwa ini tidak layak untuk dijadikan contoh. Karena itu, sebaiknya yang memberikan contoh dalam video itu segera mengklarifikasi,” katanya.
Selain itu penggunaan atribut keagamaan dalam konten tersebut dapat menimbulkan persepsi keliru seolah-olah tindakan itu dibenarkan dalam Islam.
“Pakaian itu, penampilannya bahwa Islam membolehkan, saya kira itu perbuatan yang sangat tidak etis dan tidak manusiawi. Tidak patut untuk dijadikan sebagai tontonan. Karena, dikhawatirkan bisa diikuti oleh orang lain, di situ masalahnya,” jelasnya.

