Diduga karena alasan kemanusiaan membuat penitipan itu terus berlanjut. Apalagi beberapa ibu mengaku kesulitan mengurus bayi karena masih kuliah atau bekerja.
“Tapi berkembang, dari hal itu berkembang sampai ke 10 yang lainnya. Melahirkan di sana, dan ini menitipkannya dengan alasan-alasan, ada yang bekerja, ada yang masih mahasiswa,” katanya.
Keberadaan bayi-bayi tersebut terendus warga Pakem setelah mereka dipindahkan sementara dari Gamping ke rumah orangtua bidan ORP.
Pemindahan dilakukan karena sang bidan sedang mengadakan hajatan di rumahnya.
Kecurigaan muncul saat warga melihat banyak bayi dirawat oleh ibu dari bidan ORP yang berinisial K, bersama suaminya berinisial S dan seorang asisten rumah tangga, di satu rumah selama sepekan terakhir.
Menanggapi laporan warga, polisi dan dinas terkait langsung melakukan evakuasi pada Jumat (8/5).
“Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditunggui atau dirawat oleh tiga orang,” sebutnya.
