“Pada seri ini kami telah menyesuaikan dengan peraturan PB Perpani yakni menggunakan kategori umur ‘Under’ sehingga lebih banyak atlet usia dini yang berpartisipasi. Harapannya agar semakin menumbuhkan kecintaan siswa pada olahraga panahan yang nantinya akan
memperkuat keberlangsungan ekosistem olahraga panahan. Dengan demikian, ke depan dapat tercipta regenerasi atlet panahan yang berkualitas dan mampu berkontribusi bagi prestasi Indonesia, karena sudah ditempa dengan turnamen yang kompetitif seperti MilkLife Archery
Challenge sejak dini,” terang Vera.
Spirit Kompetitif untuk Naik Podium Tertinggi
Partai final perebutan gelar juara MilkLife Archery Challenge Seri 1 2026 berlangsung dalam tensi tinggi dan atmosfer yang sarat persaingan. Para finalis di kategori individu tampil penuh
fokus, saling beradu presisi dan konsistensi dalam setiap bidikan demi mengumpulkan poin maksimal di tiap set.
Ketatnya perolehan angka membuat jalannya pertandingan semakin
dramatis, setiap anak panah yang dilepaskan menjadi penentu penting menuju kemenangan.Pada partai final kategori PVC U-10 Putri mempertemukan Anindhita Keysia Sukmawardhana
siswi MI NU Banat Kudus versus Alesha Makaila Kheiran wakil SD Al Islam Pengkol.
