Wakil Kepala MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Cipto Waluyo, mengatakan kejadian berlangsung sangat cepat ketika proses belajar baru dimulai.
“Anak-anak baru mulai pelajaran, tiba-tiba terdengar suara keras dan atap langsung roboh. Ada yang luka ringan dan ada yang harus segera dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Korban luka dilarikan ke RS Amal Sehat Sragen dan RSUD Sragen menggunakan ambulans serta kendaraan warga sekitar.
Sementara itu, pihak kepolisian mengungkap dugaan penyebab ambruknya atap kelas tersebut. Kasi Humas Polres Sragen, AKP Sigit Sudarsono, menyebut bangunan roboh diduga akibat kondisi kayu penyangga atap yang sudah lapuk.
“Kayu kuda-kuda yang menempel pada tembok mengalami patah karena lapuk, sehingga atap bangunan roboh dan menimpa siswa yang sedang mengikuti pelajaran Bahasa Inggris,” kata Sigit.
Ia menjelaskan gedung sekolah tersebut pertama kali dibangun pada tahun 1978 dan sempat direhabilitasi sekitar tahun 1999 hingga 2000. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa potongan kayu kuda-kuda yang lapuk pada bagian ujung.
