Gangguan itu menyebabkan sistem interkoneksi listrik Sumatera terganggu dan berdampak pada padamnya listrik di sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga sebagian Sumatera Selatan.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, kondisi fisik tower transmisi secara umum masih baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur. Polisi juga memastikan pola kerusakan kabel tidak menunjukkan adanya unsur kesengajaan.
“Kenapa kami bisa pastikan ini bukan sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel tidak rapi. Bentuknya lebih seperti serabut. Kalau sabotase, potongannya pasti lebih rapi,” jelas Nunung.
Keterangan warga sekitar turut menguatkan dugaan gangguan akibat cuaca ekstrem. Sejumlah saksi mengaku mendengar suara ledakan sesaat sebelum listrik padam dan melihat kabel transmisi putus.
Bagian kabel yang rusak kini telah diamankan dan sedang diperiksa oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk mengetahui penyebab pasti gangguan.
Menurut Nunung, ada tiga kemungkinan penyebab utama putusnya jaringan tersebut, yakni faktor mekanik akibat gesekan dan terpaan angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, serta tarikan atau goyangan kabel karena cuaca ekstrem.
