Dalam kesempatan yang sama, Direktur Transmisi PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra memaparkan kronologi blackout yang sempat melumpuhkan sistem kelistrikan Sumatera. Ia terlebih dahulu menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terdampak.
“Kami dari PT PLN Persero menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, terutama kepada masyarakat di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara hingga Aceh atas terjadinya gangguan listrik pada hari Jumat lalu,” kata Edwin.
Edwin menjelaskan, sebelum blackout terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, sistem kelistrikan Sumatera dalam kondisi normal dan terintegrasi. Saat itu terjadi aliran daya besar menuju Sumatera Barat melalui koridor transmisi Jambi di jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai.
Fenomena power swing atau osilasi tegangan tinggi disebut menjadi pemicu utama runtuhnya sistem interkoneksi.
Sistem kelistrikan Sumatera sendiri ditopang dua jalur utama, yakni Jalur Timur bertegangan 500 kV dan Jalur Barat 275 kV. Gangguan bermula saat cuaca ekstrem melanda wilayah Jambi.
“Terjadi gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri ke arah Sumsel 5. Akibat hujan lebat dan angin kencang, kedua sirkuitnya trip sehingga jalur 500 kV keluar dari sistem,” terang Edwin.
