Inge berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta untuk semakin mengenal isu lingkungan hidup dan menularkan praktik baik di lingkungan sekolah maupun rumah masing-masing.
Mengusung tema “Acting Locally for Global Impact”, kegiatan ini melibatkan pelajar SMA dari berbagai sekolah dalam sesi diskusi interaktif, edukasi lingkungan, hingga aksi penanaman mangrove sebagai bentuk keterlibatan langsung generasi muda dalam menjaga keanekaragaman hayati.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan Perwakilan Direktorat SMA Kemendikdasmen, Veronika Sihombing. “Keterlibatan langsung pelajar dalam aksi lingkungan penting untuk membangun rasa kepemilikan terhadap lingkungan sejak usia muda”.
Veronika menilai kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga membawa tumbler dan kotak makan perlu terus didorong sebagai bagian dari budaya hidup ramah lingkungan di kalangan pelajar.
Sementara itu, Ketua Biodiversity Warriors Yayasan Kehati, Haris Zakian, menekankan bahwa generasi muda merupakan pihak yang akan paling merasakan dampak kerusakan lingkungan di masa depan. Karena itu, keterlibatan mereka dalam aksi nyata seperti penanaman mangrove dinilai penting untuk membangun kesadaran sekaligus kedekatan dengan keanekaragaman hayati Indonesia.
