Fuad menjelaskan, penilaian peserta tidak hanya didasarkan pada satu aspek seperti nilai akademik maupun wawasan kebangsaan semata.
Menurutnya, seleksi dilakukan secara menyeluruh untuk menentukan peserta yang paling siap menjalankan tugas kenegaraan.
“Paskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,” katanya.
Proses seleksi mencakup berbagai komponen penilaian, di antaranya kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, kesiapan mental, hingga kedisiplinan peserta.
Seleksi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, dipilih tiga pasang peserta berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi untuk mengikuti proses di tingkat pusat.
“Memang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,” urainya.
