Noviana menjelaskan kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai kebijakan terbaru kepada perusahaan peserta dan mitra layanan. Penyampaian informasi secara langsung dinilai penting untuk meminimalkan kesalahan pemahaman terkait prosedur kepesertaan, pelayanan, maupun klaim manfaat program. “Forum ini menjadi media efektif untuk menyampaikan informasi terbaru agar peserta memperoleh pemahaman yang sama terkait layanan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Noviana.
Dalam forum tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan sejumlah mitra strategis sebagai narasumber, di antaranya RS Tria Dipa, PT Jasa Raharja, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Mampang Prapatan, dan Bank BJB. Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi penanganan kasus Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta membangun ekosistem layanan yang terintegrasi bagi peserta.
Noviana menuturkan kehadiran RS Tria Dipa sebagai mitra Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) bertujuan memberikan pemahaman mengenai fasilitas rumah sakit, alur pelayanan peserta, hingga penanganan medis kecelakaan kerja. Selain pemaparan fasilitas layanan, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan melalui health talk bertema ortopedi. “Koordinasi yang baik dengan rumah sakit mitra sangat penting agar peserta memperoleh layanan cepat tanpa hambatan administrasi,” ungkap Noviana.
