“Di set ketiga, skor kecilnya juga rame terus. Kebanyakan selesai di 40-30 atau deuce. Walaupun kalah set kedua, (Yan) masih ngotot banget mainnya. Jadi, ya, siapa yang bisa nahan poin-poinnya lebih lama aja, sih,” ujar Gwen, penggemar bintang tenis asal Belarusia, Aryna Sabalenka.
Kemenangan duel ketahanan fisik ini pun menjaga tren positif Gwen. Sepanjang 2026, ia memenangkan 86% pertandingan level J30. Tambahan 30 poin diprediksi mengerek peringkatnya ke 720-an.
“Aku sangat happy bisa meraih juara. Rasanya benar-benar memuaskan. Kerja kerasku terbayarkan,” ujar Gwen.
Sementara itu, Xinran Yan dapat mengobati kekalahan dengan gelar ganda turnamen besutan DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club). Yan, menggandeng petenis Hong Kong, Lena Lin, mengatasi perlawanan sengit duet tuan rumah, Quirina Trea dan Kaylee Tandjung, 7-6(1), 4-6, 10-8.
Sedangkan ganda putra yang menghadirkan final antar ganda Indonesia dimenangkan Komang Bagus Wahyu Purustama/Rangga Wisnu Kresna Rafansyah. Petenis binaan Kentoeng Tennis Academy ini mengatasi unggulan ketiga, Joseph Owen Lauw/Alfaradu Sumirat, 7-6(0), 7-6(0).
