Menurutnya kesalahan juri tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kredibilitas kegiatan edukasi kebangsaan. Maka dia meminta rangkaian lomba dihentikan sementara serta juri diganti.
“Jangan sampai maksud kita melakukan edukasi justru yang terjadi justru kontraproduktif. Kami mengusulkan agar juri acara tersebut diganti dan acara dihentikan sementara sampai ada jaminan perbaikan serius,” terangnya.
Sebelumnya, video final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat ramai diperbincangkan usai muncul perbedaan penilaian terhadap jawaban yang serupa dari dua kelompok peserta.
Dalam rekaman yang beredar, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai lima saat menjawab pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota BPK.
Sementara jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, Dyastasita.
Peserta dari SMAN 1 Pontianak sempat mengajukan protes karena merasa substansi jawaban mereka tidak berbeda. Namun dewan juri menilai jawaban tersebut tidak secara tegas menyebut unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD). (far)
