Menurut kalapas, komitmen ini sejalan dengan program kemenimipas dalam memberantas peredaran narkoba dan penipuan di lapas maupun rutan.
Untuk itu, menteri meminta para pegawai kemenimipas bekerja dengan baik dan bangun dari tidurnya untuk melakukan pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tidak boleh ada handphone, narkoba di Lapas Cipinang dan tidak ada ruang kompromi bagi yang terlibat dalam pelanggaran. Seluruh komunikasi menggunakan wartelsus yang sudah disediakan. Apabila ditemukan pegawai yang terlibat, maka proses hukum harus ditegakkan secara tegas tanpa kompromi,” tegas Kalapas Cipinang, Wachid.
Sejurus demi mendukung program tersebut, lanjut dia, kewaspadaan seluruh pegawai lapas tidak boleh menurun atau bahkan terpengaruh. Karena itu, pihaknya akan memberi perhatian khusus kepada para petugas yang bersentuhan langsung dengan napi maupun pengunjung.
“Kami sebagai kalapas, pegawai, hingga para sipir adalah benteng pertama untuk pelaksanaan menuju perubahan,” tukasnya.
Wachid pun menambahkan, upaya untuk menuju perubahan di Lapas Cipinang sudah terlihat sejak tahun lalu berhasil menggagalkan peredaran narkoba. Sedikitnya empat kasus penyelundupan sabu yang disimpan di bawah sepatu, dibalik rambut, hingga beberapa modus lain yang digunakan pelaku yang berbeda-beda.
