“Nah pertanyaannya, sejauh mana program pemerintah betul-betul menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai perda ini hanya dibuat sebagai seremonial,” ungkapnya.
Selain itu, Jupiter turut menyoroti persoalan sampah yang disebutnya semakin memprihatinkan di sejumlah wilayah Jakarta, khususnya di area pasar tradisional. Ia mengungkapkan banyak tumpukan sampah yang tidak diangkut hingga berhari-hari sehingga mengganggu aktivitas pedagang dan masyarakat.
“Hari ini Jakarta sudah darurat sampah. Bahkan ironisnya di setiap pasar, sampah menumpuk di pinggir jalan lebih dari lima hari tidak diambil pemerintah,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan dampak serius terhadap kenyamanan masyarakat dan kesehatan lingkungan. Banyak pedagang mengalami penurunan pembeli akibat bau menyengat dan banyaknya lalat di area pasar.
“Pedagang jadi sepi. Orang yang biasanya datang belanja akhirnya enggan karena sampah menumpuk, lalat di mana-mana, dan kondisi lingkungan tidak nyaman,” bebernya.
Jupiter meminta pemerintah daerah hadir memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan tersebut. Ia berharap setiap kebijakan dan perda yang dibuat benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
