“Sebelum keberangkatan, mereka telah dibekali dengan sesi konsultasi fikih haji secara mendalam, termasuk hukum-hukum khusus bagi wanita dan lansia,” ujar Syarif dalam keterangannya kepada ipol, Rabu (27/5/2026).
Matangnya bimbingan pra-keberangkatan juga terlihat dari bagaimana jamaah menikmati setiap timeline perjalanan yang bervariasi.
Marco Tour yang sejak awal berkomitmen menjaga sunnah haji, sukses mengawal jamaahnya menjalani jalur Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan mabit di Muzdalifah dengan tertib.
Karena seluruh rangkaian kegiatan apa saja yang dilakukan hari demi hari selama haji sudah dibedah dan dipetakan sejak di tanah air, tingkat kecemasan jamaah berhasil ditekan hingga titik terendah.
“Mereka tahu persis kapan harus menghemat energi dan kapan harus fokus beribadah,” katanya.
Syarif menjelaskan, satu hal paling dirasakan manfaatnya oleh jamaah haji adalah kepatuhan terhadap rambu-rambu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan yang ditekankan sebelum keberangkatan.
Edukasi ketat dilakukan dari tim pembimbing Marco Tour mengenai pentingnya menjaga keikhlasan niat, menyelesaikan urusan hak sesama manusia (hablum minannas), hingga kepatuhan terhadap regulasi barang bawaan resmi pemerintah, membuat dokumen dan mental jamaah bersih dari masalah sejak di bandara.
