Setelah mendapat penjelasan, koper tersebut akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan bersama pemiliknya.
Riza mengatakan kejadian serupa juga terjadi pada koper lain yang berisi minyak zaitun. Petugas keamanan bandara sempat melakukan pemeriksaan lanjutan karena kemasan minyak zaitun dinilai tidak lazim.
Menurut dia, botol minyak zaitun yang dibungkus berlapis dan dililit lakban tebal memicu kecurigaan petugas X-Ray sehingga koper harus dibongkar untuk pemeriksaan manual.
“Kemasan itu yang membuat petugas X-Ray curiga dan meminta pembongkaran,” ujarnya.
PPIH Arab Saudi mengingatkan seluruh jemaah agar tidak membawa barang dalam jumlah berlebihan maupun mengemas barang secara tidak wajar karena dapat memicu pemeriksaan tambahan di bandara.
Selain memperlambat proses pemeriksaan, pembongkaran koper juga berpotensi menghambat distribusi bagasi jemaah lainnya menuju hotel di Makkah.
“Karena proses pembongkaran ini bisa menghambat distribusi koper jemaah lainnya dari bandara ke hotel,” tutur Riza.
