Ia menambahkan, alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN maupun APBD sebagaimana diamanatkan undang-undang dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan berkualitas.
“Menurut saya tidak cukup. Justru harus ditambah lagi itu karena pilar utama membangun bangsa adalah memajukan pendidikan,” katanya.
Meski demikian, Manuara mengakui penentuan besaran ideal anggaran pendidikan membutuhkan perhitungan teknis dari dinas terkait. Sebab, setiap jenjang pendidikan memiliki kebutuhan biaya yang berbeda.
“Itu lebih kepada dinas teknis menghitung berapa variable cost dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Lebih lanjut, Manuara memastikan program sekolah gratis sangat membantu masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah. Ia berharap cakupan program tersebut dapat terus diperluas ke lebih banyak sekolah di Jakarta.
“Sangat membantu. Dan ini akan kita perluas kepada sekolah-sekolah lain sehingga makin banyak sekolah-sekolah yang digratiskan,” katanya.
Terkait target penambahan sekolah gratis, Manuara menyebut jumlah sekolah yang saat ini mencapai 103 sekolah idealnya dapat meningkat minimal 10 persen pada tahun mendatang. “Paling tidak harus dinaikkan 10 persen dari situ, paling sedikit,” tandasnya.(Sofian)
