Selain itu, Yusuf menyoroti rencana pengurangan sampah dengan penggunaan insinerator (mesin pengolah termal untuk memusnahkan sampah menggunakan pembakaran bersuhu tinggi) maupun metode pengolahan lainnya. Menurutnya, konsep yang disiapkan Pemprov DKI masih belum matang.
“Apakah di setiap kelurahan akan diberikan insinerator untuk mengelola sampah masing-masing? Ini perlu konsep yang jelas dari Dinas LH. Jangan konsepnya masih tebak-tebakan,” tegasnya.
Apalagi, sambung anggota DPRD DKI 2 periode itu menilai volume sampah Jakarta yang mencapai sekitar 8 ribu ton per hari, tidak bisa hanya diselesaikan dengan metode sederhana seperti maggot atau pengolahan skala kecil.
“Sampah Jakarta ini banyak, 8 ribu ton per hari. Kalau dibuat maggot segala macam, hitungannya berapa banyak yang harus diolah setiap hari,” ujarnya.
Yusuf juga meminta Dinas Lingkungan Hidup memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait tata cara pemilahan dan pengelolaan sampah organik maupun anorganik. Ia menilai masyarakat hingga kini belum mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai alur pengolahan sampah setelah dipilah dari rumah tangga.
