Direktur Pemasaran BRI Life Tina Meilina menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya tujuan pelestarian ekosistem laut dan aksi terhadap perubahan iklim.
“Penyu adalah salah satu indikator kesehatan laut. Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi nyata menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung masyarakat lokal yang telah konsisten menjaga habitat penyu,” ujar Tina dalam sambutannya.
Berdasarkan data konservasi di berbagai wilayah Indonesia, populasi penyu saat ini menghadapi ancaman serius akibat pencemaran laut, kerusakan habitat pesisir, perubahan iklim, hingga aktivitas manusia di wilayah pantai. Di Bali sendiri, kawasan Pantai Kuta secara rutin menjadi lokasi penyelamatan telur penyu dan pelepasan tukik, terutama pada musim peneluran antara Mei hingga Oktober.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan konservasi, BRI Life juga memberikan bantuan yang diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan operasional pengelola konservasi penyu, mulai dari patroli malam pencarian telur penyu, pemeliharaan lokasi konservasi, dukungan tenaga operasional, hingga peremajaan fasilitas penampungan penyu.
