“Kami selaku penyelenggara dari LCC, menunggu dari SMAN 1 untuk bisa mengirimkan (surat) kepada MPR secara resmi,” ujarnya.
“Sehingga nanti di MPR kita bisa rapatkan keputusan dan membuat keputusan baru agar apa yang diminta oleh teman-teman SMAN 1 itu bisa kita penuhi,” sambungnya.
Pihaknya juga mengapresiasi sikap legawa dan ksatria yang ditunjukkan oleh delegasi SMAN 1 Pontianak. Terlebih, sekolah tersebut juga memastikan akan tetap berpartisipasi dalam ajang LCC 4 Pilar MPR RI pada edisi tahun mendatang.
Sikap ini dinilai mencerminkan esensi dari nilai-nilai kebangsaan yang selama ini disosialisasikan oleh MPR.
“Jadi artinya semangatnya tidak surut, dan ini kami sangat hargai dan inilah sesungguhnya semangat ke-Indonesiaan yang kami ingin bangun melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait kemungkinan sanksi terhadap dua juri yang menjadi sorotan dalam final lomba, Eddy menyebut MPR masih menunggu hasil evaluasi dari Sekretariat Jenderal MPR.
“Nanti pimpinan MPR akan memutuskan berupa tindakan apa yang kiranya akan diambil terhadap para juri tersebut. Jadi kita masih menunggu hasil evaluasi dan rekomendasi dari Sekjen MPR,” jelasnya. (far)
