Direktur Utama Bali United, Yabes Tanuri, menjelaskan bahwa penguatan ekosistem menjadi kunci utama di tengah membaiknya kepercayaan investor secara makro. “Setelah melewati fase konsolidasi di tahun lalu, serta melihat indikator ekonomi 2026 yang bergerak positif, tahun ini adalah momentum bagi kami untuk memanen hasil dari berbagai unit usaha yang telah mapan maupun yang baru kami kembangkan,” ujarnya dalam agenda Public Expose (PUBEX).
Pada tahun 2026, titik berat perseroan adalah akselerasi pertumbuhan untuk
mencatatkan profit yang signifikan. Beberapa pilar utama yang menjadi motor penggerak perusahaan di tahun 2026, antara lain:
1.Penyelenggaraan Bali7s Tournament. Melanjutkan kesuksesan International
Youth Football Tournament Bali7s 2026 sebagai turnamen usia dini terbesar,
Perseroan berkomitmen menjadi Bali7s sebagai benchmark kompetisi
sepakbola internasional di Asia yang mampu mendatangkan revenue dari sisi
sponsorship, pendaftaran, hingga sportourism.
2.Ekspansi Bali United Store: Sektor retail tidak luput dari perhatian dengan
rencana ekspansi Bali United Store ke beberapa titik strategis. Hal ini
bertujuan untuk mendekatkan produk merchandise resmi kepada basis fans
yang semakin meluas di luar wilayah Bali.
3.Pengembangan IPX: Perseroan juga mulai serius menggarap IPX (Intellectual
Property Exchange) sebagai bentuk diversifikasi aset digital dan kreatif yang
dimiliki perusahaan agar memiliki nilai komersial yang lebih tinggi.
