Sektor mobilitas dan pengantaran digital adalah bagian vital dari kehidupan masyarakat modern. Saat ini, sektor mobilitas dan pengantaran digital telah melibatkan 2 – 4 juta mitra pengemudi aktif dan menjadi sumber penghasilan utama
dan tambahan.
Kemudian, berkontribusi ratusan triliun rupiah per tahun terhadap perputaran ekonomi nasional, serta mendukung jutaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pekerja di sektor lain yang bergantung pada layanan logistik dan mobilitas.
Lebih jauh, lanjut Agung, keberlanjutan dimaksud tak hanya menyangkut platform sebagai entitas bisnis, tetapi juga seluruh ekosistem yang terhubung di dalamnya, mulai dari jutaan mitra pengemudi, pelaku UMKM, hingga pekerja di berbagai sektor yang mengandalkan layanan mobilitas dan pengantaran dalam aktivitas sehari-hari.
“Termasuk masyarakat yang bergantung pada layanan ojek online dan taksi online untuk bekerja dan berusaha”.
Menurut dia, batasan 8 persen ini bakal mengurangi ruang operasional platform hingga 60 persen, dan akan memaksa beberapa platform untuk mengubah model bisnisnya secara sangat signifikan dan mendadak.
