“Efeknya kompleks, sistemik, dan bahkan dapat mengancam kestabilan ekonomi serta iklim investasi”.
Agung menjelaskan, setiap platform memiliki model bisnis berbeda dengan tawaran komisi berbeda-beda. Menyesuaikan segmentasi layanan, target pasar, inovasi teknologi, dan kebutuhan mitra. Sehingga mitra memiliki kebebasan untuk memilih layanan dengan pembagian hasil disesuaikan kebutuhan tanpa harus memaksa penyeragaman.
“Bagi hasil atau potongan platform tidak bisa diseragamkan seperti tarif parkir. Pertanyaannya adalah apakah batas 8 persen benar-benar akan memperkuat penghasilan mitra dalam jangka panjang? Atau justru mengurangi permintaan, layanan, dan kesempatan kerja fleksibel yang selama ini menopang mereka?” tukas Agung.
Modantara melihat bahwa pemaksaan potongan platform tunggal dapat menghilangkan kompetisi yang menjadi landasan bagi inovasi layanan dan program
pemberdayaan mitra. Potensi penyesuaian harga kepada konsumen, mengancam keberlangsungan layanan khususnya di area dengan margin rendah, karena platform harus berfokus kepada volume lebih besar.
